Bandoeng The Garden Of Allah "De Bloem der Indische Bergsteden"



Cikal Bakal Kabupaten Bandung, semula berada di Karapyak atau Bojongasih di tepi sungai Cikapundung, dekat muaranya yaitu Sungai Citarum. Nama Karapyak kemudian berganti menjadi Citeureup. Bahkan nama itu hingga kini tetap abadi menjadi salah satu nama Desa di Dayeuhkolot. Bupati pertamanya adalah Wiraangunangun (1641-1670).


Pada masa Bupati Wiranatakusumah II (1794-1829) Ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak (Dayeuhkolot) ke pinggir Sungai Cikapundung atau Alun-alun Bandung sekarang. Pemindahan Ibukota tersebut adalah atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda "Deandels", tepatnya pada 25 Mei 1810. Alasan pemindahan Ibukota, karena dinilai daerah baru tersebut akan memberikan prospek baik terhadap perkembangan wilayah itu, karena saat itu Deandels yang mendapat julukan "Mas Galak" tengah membuat jalan dari Anyer ke Panarukan, yang kebetulan melewati tatar Priangan atau Kotamadya Bandung pada saat sekarang ini.. 

Sewaktu jembatan penyebrangan Sungai Cikapundung selesai dibuat, syahdan maka Deandels-lah orang pertama yang menyebranginya. Lewat beberapa ratus meter kemudian ia menancapkan tongkat kayu dan berkata "Coba usahakan, bila aku datang kembali ke tempat ini, telah dibangun sebuah kota". Konon pula, bekas tongkat kayu ditancapkan itu dijadikan Kilometer Nol Kota Bandung.

Adalah Bupati Wiranatakusumah IV dinilai sebagai seorang pamong yang progresif, dialah peletak master plan yang disebut Negroij Bandung. Ia pada tahun 1850 mendirikan pendopo Kabupaten Bandung (sekarang rumah dinas Walikota Bandung, persis di depan Alun-alun Bandung) dan Mesjid Agung Bandung. Ia juga memprakarsai pembangunan sekolah raja (pendidikan guru) dan pendidikan sekolah para menak. 

Atas jasa-jasanya di segala bidang Wiranatakusumah IV mendapat penghargaan dari Pemerintah Kolonial Belanda berupa bintang jasa. Kemudian karena penghargaan inilah, rakyat Kabupaten Bandung selalu menyebut Bupati yang satu ini, dengan nama Dalem Bintang. Bupati yang populer di hati rakyat ini kemudian diganti oleh Raden Adipati Kusumadilaga. 

Pada masa Bupati Kusumadilaga, tepatnya 17 Mei 1884 di Kabupaten Bandung mulai masuk jalan Kereta Api. Ibukota Kabupaten Bandung-pun mulai ramai. Penghuninya bukan saja hanya pribumi, namun orang Eropa dan Bangsa Cina terus berdatangan, yang dengan demikian maka semakin majulah perekonomian Kabupaten Bandung pada saat itu. Pada masa R A A Martanegara (1893-1918), yaitu pada 21 Februari 1906, Kota Bandung sebagai Ibukota Kabupaten Bandung, statusnya berubah menjadi Gemeente (Kotapradja), dengan pejabat Walikota pertama adalah Tuan B Coops. Sejak itulah kota Bandung resmi terlepas dari Pemerintahan Kabupaten Bandung hingga sampai dengan saat sekarang ini. 


Menurut catatan sejarah kata “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk telaga. Namun, menurut mitos masyarakat setempat nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung. Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat dan sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Selain itu, kota bandung juga merupakan kota terbesar ketiga di indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Nama lain dari kota Bandung adalah Kota Kembang, dan dahulu juga bandung dikenal dengan Parijs Van Java.

Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini. Dan pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Berikut ini duniabaca.com kutip dari Wikipedia mengenai asal-usul sejarah kota bandung.
Sejarah Kota Bandung

Pesan Sponsor

Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.
Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.
Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.
Pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama “Concordia” (Jl. Asia Afrika, sekarang), berseberangan dengan Hotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.

Peristiwa Kota Bandung

1488 Bandung didirikan sebagai bagian dari Kerajaan Pajajaran
1799 Menjadi bagian dari Sumedang Larang diserahkan kepada Pemerintah Belanda dari Kompeni
1811 Dinyatakan sebagai Ibukota Kabupaten Bandung
1906 Gemeente Bandoeng
1917 Burgemeester Van Bandoeng yang pertama
1926 Staadsgemeente Bandoeng
1942 Bandung Si
1945 Pemerintah Nasional kota Bandung
1949 Haminte Bandung
1950 Kota Besar Bandung
1957 Kotapraja Bandung
1966 Pemerintah Daerah Kotamadya Bandung
1974 Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung

Kependudukan Kota Bandung

Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi oleh etnis Sunda, sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan etnis lainnya.
Pertambahan penduduk kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada sarana transportasi Kereta api yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta (sebelumnya bernama Batavia). Pada tahun 1941 tercatat sebanyak 226.877 jiwa jumlah penduduk kota ini kemudian setelah peristiwa yang dikenal dengan Long March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah dimana pada tahun 1950 tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa.

Pariwisata dan Budaya Kota Bandung

Sejak dibukanya Jalan Tol Padaleunyi, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda, diantaranya Gedung Sate sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat, Gedung Pakuan yang sekarang menjadi tempat tinggal resmi gubernur provinsi Jawa Barat, Gedung Dwi Warna atau Indische Pensioenfonds sekarang digunakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk Kantor Wilayah XII Ditjen Pembendaharaan Bandung, Villa Isola sekarang digunakan Universitas Pendidikan Indonesia, Stasiun Hall atau Stasiun Bandung dan Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung.
Kota Bandung juga memiliki beberapa ruang publik seni seperti museum, gedung pertunjukan dan galeri diantaranya Gedung Merdeka, tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955, Museum Sri Baduga, yang didirikan pada tahun 1974 dengan menggunakan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega, Museum Geologi Bandung, Museum Wangsit Mandala Siliwangi, Museum Barli, Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Gedung Indonesia Menggugat dahulunya menjadi tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda, Taman Budaya Jawa Barat (TBJB) dan Rumentang Siang.

Kota ini memiliki beberapa kawasan yang menjadi taman kota, selain berfungsi sebagai paru-paru kota juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat di kota ini. Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat minati oleh masyarakat terutama pada saat hari minggu maupun libur sekolah, kebun binatang ini diresmikan pada tahun 1933 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda dan sekarang dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari. Selain itu beberapa kawasan wisata lain termasuk pusat perbelanjaan maupun factory outlet juga tersebar di kota ini diantaranya, di kawasan Jalan Braga, kawasan Cihampelas, Cibaduyut dengan pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya. Puluhan pusat perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung, beberapa di antaranya Istana Plaza Bandung, Bandung Supermal, Cihampelas Walk, Paris Van Java Mall, dan Bandung Indah Plaza.
Jalan Braga

Hotel Savoy Homan 

Sementara beberapa kawasan pasar tradisional yang cukup terkenal di kota ini diantaranya Pasar Baru, Pasar Gedebage dan Pasar Andir. Potensi kuliner khususnya tutug oncom, serabi, pepes, dan colenak juga terus berkembang di kota ini. Selain itu Cireng juga telah menjadi sajian makanan khas Bandung, sementara Peuyeum sejenis tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi, secara luas juga dikenal oleh masyarakat di pulau Jawa.
Pasar Baru Tempo Doloe
Pasar Baru Sekarang


Kota Bandung dikenal juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam memperingati beberapa peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen Perjuangan Jawa Barat, Monumen Bandung Lautan Api, Monumen Penjara Banceuy, Monumen Kereta Api dan Taman Makam Pahlawan Cikutra.

Monumen Perjuangan Jawa Barat (Jl. Dipatiukur)
Monumen Bandung Lautan Api (Jl. Otto Iskandardinata)
Monumen Penjara Banceuy (Jl. Cikapundung)

Monumen Kereta Api (Jl. Station Timur)
Monumen Taman Makam Pahlawan Cikutra (Jl. Padjajaran)

Lambang Kota Bandung


Arti Lambang

Lambang kota Bandung ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota besar Bandung tahun 1953, tertanggal 8 Juni 1953, yang diijinkan dengan Keputusan Presiden tertanggal 28 april 1953 No. 104 dan diundangkan dalam Berita Propinsi Jawa Barat tertanggal 28 Agustus 1954 No. 4 lampiran No. 6 Lambang tersebut bertokoh PERISAI yang berbentuk JANTUNG. Perisai tersebut terbagi dalam dua bagian oleh sebuah BALOK- LINTANG mendatar bertajuk empat buah, yang berwarna HITAM dengan pelisir berwarna PUTIH (PERAK) pada pinggir sebelah atasnya:

Bagian atas latar KUNING (EMAS) dengan lukisan sebuah GUNUNG berwaarna HIJAU 
yang bertumpu pada blok-lintang daaan
bagian bawah latar PUTIH(PERAK) dengan lukisan empat bidaang jalur 
mendatar berombak yang berwarna BIRU.
Di bawah perisai itu terlukis sehelai PITA berwarna KUNING (EMAS) 
yang melambai pada kedua ujungnya, 
Pada pita itu tertulis dengan huruf-huruf besar latin berwarna HITAM amsal 
dalam bahasa KAWI, yang berbunyi GEMAH RIPAH WIBAWA MUKTI.

Sebagai tokoh lambang itu diambil bentuk perisai atau tameng, yang dikenal kebudayaan dan peradaban sebagai senjata dalam perjuangan untuk mencapai sesuatu tujuandengan melindungi diri. Perkakas perjuangan yang demikian itu dijadikan lambang yang mempunyai arti menahan segala mara bahaya dan kesukaran.

KUNING (EMAS), berarti : kesejahteraan, keluhungan.

HITAM (SABEL), berarti : kokoh, tegak, kuat.

HIJAU (SINOPEL), berarti : kemakmuran sejuk

PUTIH (PERAK), berarti : kesucian

BIRU (AZUUR), berarti : kesetiaan

Gemah ripah wibawa mukti, berarti : tanah subur rakyat makmur

Bendera Kota Bandung

Bendera yang digunakan oleh Kotamadya Bandung adalah berdasarkan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara Kota Besar Bandung tanggal 8 Juni 1953 No. 9938/53.

Bentuk bendera tersebut adalah seperti yang tercantum pada diktum Keputusan tersebut diatas sebagai berikut :

Bendera yang dipergunakan oleh Kota Besar Bandung dan tiga bidang jalur mendatar, masing ?masing berturut-turut dari atas kebawah berwarna HIJAU, KUNING dan BIRU
Perbandingan-perbandingan antara lebarnya dan jalur-jalur tersebut dibawah huruf a urutn dari atas kebawah adalah 2:1:1;
Perbandingan antara panjang dan lebarnya berbeda itu 7:5

Selayang Pandang

Kota Bandung terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Kota Bandung terletak diantara 107 0 Bujur Timur dan 6 0 55' Lintang Selatan. Lokasi Kotamadya Bandung cukup strategis, dilihat dari segi komunikasi, perekonomian maupun keamanan. Hal tersebut disebabkan oleh :

1.       Kota Bandung terletak pada pertemuan poros jalan raya :
o        Barat Timur yang memudahkan hubungan dengan Ibukota Negara.
o        Utara Selatan yang memudahkan lalu lintas ke daerah perkebunan (Subang dan Pangalengan).
2.       Letak yang tidak terisolasi serta dengan komunikasi yang baik akan memudahkan aparat keamanan untuk bergerak ke setiap penjuru.

Secara topografis KotaBandung terletak pada ketinggian 768 meter di atas permukaan laut, titik tertinggi di daerah Utara dengan ketinggian 1.050 meter dan terrendah di sebelah Selatan adalah 675 meter di atas permukaan laut. Di wilayah Kotamadya Bandung bagian Selatan permukaan tanah relatif datar, sedangkan di wilayah kota bagian Utara berbukit-bukit sehingga merupakan panorama yang indah.

Iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembab dan sejuk. Pada tahun 1998 temperatur rata-rata 23,5 o C, curah hujan rata-rata 200,4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21,3 hari perbulan.

Sejarah Singkat


Kota Bandung tidak berdiri bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Bandung. Kota itu dibangun dengan tenggang waktu sangat jauh setelah Kabupaten Bandung berdiri. Kabupaten Bandung dibentuk pada sekitar pertengahan abad ke-17 Masehi, dengan Bupati pertama tumenggung Wiraangunangun. Beliau memerintah Kabupaten bandung hingga tahun 1681.

Semula Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (sekarang Dayeuhkolot) kira-kira 11 kilometer ke arah Selatan dari pusat kota Bandung sekarang. Ketika kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati ke-6, yakni R.A Wiranatakusumah II (1794-1829) yang dijuluki "Dalem Kaum I", kekuasaan di Nusantara beralih dari Kompeni ke Pemerintahan hindia Belanda, dengan gubernur jenderal pertama Herman Willem Daendels (1808-1811). Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di Pulau Jawa, Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer di ujung barat Jawa Barat ke Panarukan di ujung timur Jawa timur (kira-kira 1000 km). Pembangunan jalan raya itu dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing.

Di daerah Bandung khususnya dan daerah Priangan umumnya, Jalan Raya pos mulai dibangun pertengahan tahun 1808, dengan memperbaiki dan memperlebar jalan yang telah ada. Di daearh Bandung sekarang, jalan raya itu adalah Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Asia Afrika - Jalan A. Yani, berlanjut ke Sumedang dan seterusnya. Untuk kelancaran pembangunan jalan raya, dan agar pejabat pemerintah kolonial mudah mendatangi kantor bupati, Daendels melalui surat tanggal 25 Mei 1810 meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten, masing-masing ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjungsari), mendekati Jalan Raya Pos.

Rupanya Daendels tidak mengetahui, bahwa jauh sebelum surat itu keluar, bupati Bandung sudah merencanakan untuk memindahkan ibukota Kabupaten Bandung, bahkan telah menemukan tempat yang cukup baik dan strategis bagi pusat pemerintahan. Tempat yang dipilih adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat Sungai Cikapundung, tepi selatan Jalan Raya Pos yang sedang dibangun (pusat kota Bandung sekarang). Alasan pemindahan ibukota itu antara lain, Krapyak tidak strategis sebagai ibukota pemerintahan, karena terletak di sisi selatan daerah Bandung dan sering dilanda banjir bila musim hujan.

Sekitar akhir tahun 1808/awal tahun 1809, bupati beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Krapyak mendekali lahan bakal ibukota baru. Mula-mula bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir, selanjutnya pindah lagi ke Kampur Bogor (Kebon Kawung, pada lahan Gedung Pakuan sekarang).

Tidak diketahui secara pasti, berapa lama Kota Bandung dibangun. Akan tetapi, kota itu dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu langsung dipimpin oleh bupati. Dengan kata lain, Bupati R. A. Wiranatakusumah II adalah pendiri (the founding father) kota Bandung. Kota Bandung diresmikan sebagai ibukota baru Kabupaten Bandung dengan surat keputusan tanggal 25 September 1810.

WALIKOTA BANDUNG Tahun 1906 - Sekarang

E.A. Maurenbrecher (exofficio) 1906-1907
R.E. Krijboom (exofficio) 1907-1908
J.A. van Der Ent (exofficio) 1909-1910
J.J. Verwijk (exofficio) 1910-1912
C.C.B. van Vlenier dan 1912-1913 B. van Bijveld (exofficio) 1913-1920
B. Coops 1920-1921
S.A. Reitsma 1921-1928
B. Coops 1928-1934
Ir. J.E.A. van Volsogen Kuhr 1934-1936
Mr. J.M. Wesselink 1936-1942
N. Beets 1942-1945
R.A. Atmadinata 1945-1946
R. Siamsurizal
Ir. Ukar Bratakusumah 1946-1949
R. Enoch 1949-1956
R. Priatna Kusumah 1956-1966
R. Didi Jukardi 1966-1968
Hidayat Sukarmadijaya 1968-1971
R. Otje Djundjunan 1971-1976
H.Ucu Junaedi 1976-1978
R. Husein Wangsaatmaja 1978-1983
H. Ateng Wahyudi 1983-1993
Wahyu Hamidjaja 1993-1998
Aa Tarmana 1998-2003
H.Dada Rosada 2003-2013
Ridwan Kamil 2013- sekarang.

Visi dan Misi
VISI KOTA BANDUNG :

"TERWUJUDNYA KOTA BANDUNG SEBAGAI KOTA JASA YANG BERMARTABAT
( BERSIH, MAKMUR, TAAT DAN BERSAHABAT )"

Pertama: Kota Bandung sebagai Kota Jasa harus bersih dari sampah, dan bersih praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN ), penyakit masyarakat ( judi, pelacuran, narkoba, premanisme dan lainnya), dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya yang bertentangan dengan moral dan agama dan budaya masyarakat atau bangsa;

Kedua : Kota Bandung sebagai Kota Jasa yang memberikan kemakmuran bagi warganya;

Ketiga : Kota Bandung sebagai Kota Jasa harus memiliki warga yang taat terhadap agama, hukum dan aturan ? aturan yang ditetapkan untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban kota .

Keempat: Kota Bandung sebagai Kota Jasa harus memiliki warga yang bersahabat, santun, akrab dan dapat menyenangkan bagi orang yang berkunjung serta menjadikan kota yang bersahabat dalam pemahaman kota yang ramah lingkungan.

Jadi kota jasa yang bermartabat adalah kota yang menyediakan jasa pelayanan yang didukung dengan terwujudnya kebersihan, kemakmuran, ketaatan, ketaqwaan, dan kedisiplinan masyarakatnya.

MISI KOTA BANDUNG :
Misi adalah tugas yang diemban Pemerintah Kota Bandung meliputi :

Mengembangkan sumber daya manusia yang handal yang religius, Yang mencakup pendidikan, kesehatan dan moral keagamaan.
Mengembangkan perekonomian kota yang adil, yang mencakup peningkatan perekonomian kota yang tangguh, sehat dan berkeadilan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.
Mengembangkan Sosial Budaya Kota yang ramah dan berkesadran tinggi, serta berhati nurani, yang mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam rangka meningkatkan ketenagakerjaan, meningkatkan kesejahteraan sosial, keluarga, pemuda dan olah raga serta kesetaraan gender.
Meningkatkan penataan Kota , yang mencakup pemeliharaan serta peningkatan prasarana dan sarana kota agar sesuai dengan dinamika peningkatan kegiatan kota dengan tetap memperhatikan tata ruang kota dan daya dukung lingkungan kota .
Meningkatkan kinerja pemerintah kota secara professional, efektif, efisien akuntabel dan transparan, yang mencakup pemberdayaan aparatur pemerintah dan masyarakat.
Mengembangkan sistem keuangan kota , mencakup sistem pembiayaan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, swasta dan masyarakat.






Bandung, ibu kota Jawa Barat, adalah tempat yang indah yang dapat Anda kunjungi kapan saja sepanjang tahun karena Bandung tidak hanya terkenal dengan panorama pemandangan alam yang indah, akan tetapi, Bandung juga menawarkan banyak daya tarik wisata yang patut Anda kunjungi. Bandung berdiri di akhir abad ke-19 yang dulunya merupakan kota pertahanan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Namun dengan cepat, kota ini menjadi tujuan wisata karena keindahan dan keunikannya.
Bandung terhampar 768 meter di atas permukaan laut yang menjadikannya berudara sejuk. Berjajarnya bangunan kuno bergaya Art Deco, dan sejarahnya sebagai tujuan rekreasi dan belanja para pelancong dalam dan luar negeri, maka  Bandung dahulu dijuluki sebagai “Paris of Java” atau Parijs van Java.
Saat ini Bandung menjadi salah satu kota tersibuk di Indonesia. Terlebih sejak dibukanya Tol Cipularang yang menghubungkan Bandung-Jakarta, maka banyak orang Jakarta yang datang ke Bandung saat akhir pekan untuk berjalan-jalan, bersantai, atau menghilangkan kepenatan dari rutinitas ibu kota yang sesak.
Sebuah kaleidoskop penuh warna dapat Anda mulai dari tempat perbelanjaan (factory outlet, butik, distro, dan mall), gemerlapnya malam, berbagai macam kuliner bercita rasa, bangunan-bangunan berarsitektur Art Deco yang megah, juga kesenian tradisional yang mengagumkan merupakan alasan mengapa Anda selayaknya datang ke kota unik ini.
Kota Bandung dapat memberikan Anda pengalaman tersendiri yang bersifat pribadi dan unik, karena memang inilah yang diharapkan oleh masyarakat Bandung kepada setiap pengunjungnya.
Jangan lewatkan untuk mengamati bagaimana langgam Art Deco dari bangunan-bangunan di Kota Bandung. Langgam Art Deco cukup populer di Indonesia, khususnya pada gedung-gedung lama hasil rancangan arsitek Belanda di Indonesia sekitar tahun 1920-an. Banyak gedung yang didirikan dari periode tersebut dianggap mewakili arsitektur Art Deco, dan koleksi terlengkap konon terdapat di Kota Bandung.
Lagam Art Deco yang berasal dari Perancis merupakan suatu campuran arsitektur yang mengagumkan dari beragam gaya, termasuk gaya Eropa masa lampau, arsitektur Maya, Aztec, dan China, serta gaya modern yang dipengaruhi kubisme, futurisme, dan ekspresionisme. Amati oleh Anda bagaimana gaya dekoratifnya yang megah dan elegan ini memiliki karakter bentuk geometris yang kuat, warna mencolok, dan garis yang tajam.
Tahun 2001 Kota Bandung dianugerahi predikat peringkat 9 dari 10 World Cities of Art Deco sebagai kota yang banyak memiliki koleksi gedung lama berlanggam Art Deco. Beberapa gedung yang sering ditafsirkan berlanggam Art Deco di Bandung adalah Hotel Preanger, Hotel Savoy Homann, Bank Jabar, Jaarbeurs, Gedung Merdeka, serta beberapa pertokoan lama di sepanjang Jalan Braga.
Khusus untuk Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pertama tahun 1955, awalnya bernama Societeit Concordia. Dibangun tahun 1895 sebagai gedung klub, kemudian direkonstruksi tahun 1921 oleh CP Wolff Schoemaker. Nuansa konservatif terlihat kental pada pintu masuk utama dengan adanya pilar silinder sederhana bergaya Eropa yang dipercantik dengan lampu kaca pada puncaknya. Demikian juga tempelan ornamen berbentuk geometris pada bidang-bidang vertikal yang memisahkan jendela-jendela memperlihatkan unsur Eropa, gabungannya dengan aksen tradisional berupa ukiran-ukiran pada bagian sudut atas bangunan tampak menarik walaupun tidak dominan. Pada bagian sisi kanan terlihat kesederhanaan unsur modern dengan massa bangunan yang berbentuk bundar dan melingkar mengikuti pola jalan, berbeda dengan penyelesaian massa pada sisi kiri yang cenderung klasik. Selain anda mengamati arsitekturnya maka jangan ragu untuk masuk ke dalam museumnya mengingat kembali bagaimana berlangsungnya Konferensi Asia Afrika yang pertama kali dan telah mempengaruhi pandangan politik negera-negara di Asia dan Afrika.


Berbelanja

Salah satu oleh-oleh wajib dari Bandung ialah makanan dan minuman khasnya. Anda dapat membeli keripik tempe, keripik oncom, brownies kukus Amanda, sale pisang, dodol, peuyeum, pisang bolen Kartika Sari, batagor, ubi cilembu, dan makanan lezat lainnya di toko-toko yang ada di sekitar jalan Dago, Cihampelas, Riau, Kemuning, Burangrang,  Sulanjana, dan Buah Batu.
Selain itu, di Bandung banyak terdapat kerajinan tangan untuk dijadikan kenang-kenangan indah pengalaman Anda di Bandung. Kerajinan dan barang-barang yang dapat Anda beli di Bandung di antaranya Angklung di Saung Angklung Udjo dan Wayang Golek di Galeri Cupumanik di Jl. Haji Umar. Ada berbagai macam kerajinan yang terbuat dari kulit buaya, ukiran kayu, dan perabotan rumah tangga lainnya di Toko Sin Sin Souvenir & Antique Shop di Jl. Braga 59.

Transportasi

Cukup mudah untuk bisa sampai ke Bandung. Dalam perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan alam Parahyangan yang menakjubkan sekaligus akan membangkitkan rasa berpetualang Anda. Ada banyak jenis transportasi yang dapat Anda gunakan menuju kota ini.
Transportasi Udara
Air Asia menyediakan penerbangan tiga kali dalam sehari dari Kuala Lumpur (KUL) dan penerbangan setiap hari dari Bali (DPS) dan Medan (MES) ke Bandung (BDO) pulang pergi.
Maskapai penerbangan Deraya juga beroperasi setiap hari antara Bandung-Bali, Bandung-Labuan Bajo, Bandung-Surabaya dan Bandung-Medan.
Sementara itu, Maskapai penerbangan Merpati terbang setiap hari antara Bandung-Bali, Bandung-Labuan Bajo, Bandung-Surabaya dan Bandung-Medan
Transporatsi Darat
Kereta Api
Menggunakan kereta api merupakan pilihan yang cocok bagi Anda jika ingin menikmati pemandangan indah selama perjalanan. Anda akan dimanjakan oleh panorama bukit-bukit hijau yang indah dan bertingkat-tingkat dengan hamparan sawah serta kebun teh yang menyejukkan mata. Perjalanan dari Jakarta memakan waktu ±3 jam.
PT KAI Persero (Kereta Api Indonesia) menyediakan jasa layanan kereta api untuk membawa Anda sampai ke Bandung dari beberapa kota di Indonesia:
Jika Anda berangkat dari Jakarta (Stasiun Gambir), Anda dapat menggunakan Argo Parahyangan. Argo Parahyangan menyediakan kelas Executive ber-AC dan non AC. Untuk jadwal, silakan hubungi 022 – 426 6383 pada jam kerja.Jika Anda datang dari Surabaya (Stasiun Kereta Gubeng Surabaya) ada beberapa kereta yang dapat digunakan diantaranya ialah Turangga (Eksekutif), Harina (Eksekutif), Argowilis (Eksekutif) dan Mutiara Selatan (Bisnis) yang beroperasi setiap hari. Jadi, bersiap-siaplah untuk mengepak barang-barang Anda karena kereta pertama berangkat pukul 07.00 pagi.
*Informasi mengenai ongkos kereta terdapat di www.kereta-api.co.id
Bus dan Mobil Travel
Anda dapat menggunakan Prima Jasa yang siap mengantar Anda ke Bandung (perhentian di Bandung Supermall) dari Bandara Soekarno-Hatta. Ongkosnya sekitar Rp 75.000,00/orang (2009).
Namun, jika Anda menginginkan kendaraan dengan sedikit penumpang maka Anda dapat menggunakan mobil travel seperti X-trans, Cipaganti, Baraya, dan CitiTrans. Ongkosnya berbeda-beda mulai dari Rp48.000,00 s/d Rp70.000,00/orang. Semuanya memberikan pelayanan yang baik, dapat diandalkan, dan tentunya aman.

Berkeliling
DARI BANDARA: Bandara Udara Hussein Sastranegara hanya berjarak 4 km dari pusat kota. Taksi dari bandara ke kota berkisar Rp 50.000,00. Hotel-hotel di Bandung biasanya menyediakan jasa layanan transfer gratis dari bandara. Mereka akan senang menjemput Anda, asalkan memberitahukan terlebih dahulu waktu dan tanggal kedatangan sebelumnya.
ANGKOT
Jika Anda ingin menggunakan transportasi yang paling murah, gunakanlah Angkot (Angkutan Kota). Angkot di Bandung berwarna merah, hijau, pink, kuning, biru atau kombinasi dari dua warna. Inilah jenis transportasi umum yang murah. Jadi, jangan terlalu berharap pada kenyamanan. Angkot di Bandung biasanya berupa minivan dengan pintu masuk dan keluar di sisi kiri, memiliki kursi panjang memanjang ke samping dan menghadap satu sama lain, dapat menampung 5-7 orang. Saat Anda berhenti maka cukup ucapkan kata 'kiri'. Tidak ada harga tetap tetapi tergantung  seberapa jauh Anda melakukan perjalanan di Bandung. Untuk memanggil angkot untuk berhenti di jalan maka cukup mengangkat jari telunjuk Anda ke atas maka angkot akan berhenti untuk membawa Anda.
TAKSI
Jika Anda bingung dengan rute Angkot di Bandung atau menginginkan transportasi yang lebih nyaman, gunakanlah taksi untuk berjalan-jalan di sekeliling Bandung. Taksi di Bandung mengunakan argo misalnya Blue Bird, Gemah Ripah, PUTRA, dan Kota Kembang merupakan taksi yang ada di Bandung.
MOBIL
Menggunakan mobil pribadi atau menyewa mobil ialah cara termudah dan ternyaman untuk Anda menjelajahi kota Bandung. Ada banyak mobil rental yang dapat Anda temukan di Bandung.

Cipaganti
Jl. Cipaganti 84 Bandung 40131
Telp. : +62.22.2034376
Dirgantara
Jl. Lamping 7 Bandung 40131
Telp. : +62.22.2035050
Lysan
Kompleks Mitra Dago Parahyangan
Bl I/11 Bandung
Telp. : +62.22.7217070
TotalCarRental
Jl. Jajaway Dago Atas 12 FA Bandung 40135
Telp. : +62.22.82520044



Kuliner

“Seribu satu menu sejuta rasa”. Itulah kekayaan kuliner yang dimiliki Kota Kembang. Banyak orang mengunjungi Bandung untuk memanjakan lidah mereka. Selera makan Anda akan dibuai manja dengan apa yang ditawarkan kota ini. Berbagai jenis makanan dan tempat makan tersebar di berbagai sudut kota dalam balutan udara nan sejuk. Mulailah petualangan dengan tidak ragu mencicipi jajanan di pinggir hingga yang mewah di restoran berkelas. Pastinya Anda akan dapat menemukan banyak kuliner yang disukai di kota ini.
Sebagai suku yang dominan di Kota Bandung, orang Sunda merasa makanannya hambar apabila tanpa disertai sambal. Jika Anda ingin mencicipi masanan Sunda yang lebih nikmat maka cobalah nasi timbel, yaitu nasi yang digulung terbungkus daun pisang dengan sambal dadakan yang dimakan bersama ayam digoreng atau dibakar.  Makanan ini disertai pula dengan gepuk, yakni daging yang dicampur bumbu-bumbu khas cita rasa Sunda lalu direbus hingga empuk dan digoreng. Melengkapinya ada tempe, tahu, ikan asin,  sayur asam, dan lalapan mentah yang ditambah pepesan seperti pepes ikan, pepes ayam atau pepes jamur. Orang Sunda suka sekali memakan sayuran. Kerap kali mereka memakan sayuran segar mentah  atau sebelumnya telah disebut sebagai lalapan seperti mentimun, tomat, daun ketumbar, terong, kol, selada, dan sebagainya. Lalapan biasanya disertai dengan sambal yang nikmat.
Orang Sunda terutama Bandung memiliki makanan khasnya, yaitu batagor dan baso tahu. Batagor Riri yang terkenal dapat Anda temukan di sekitar Jalan Burangrang patut masuk dalam daftar perburuan kuliner di Bandung. Di sekitarnya dapat ditemui Martabak San Fransisco, Baso Tahu Saboga, Ayam Goreng Suharti, dan lainnya. Bagi Anda yang menyukai makanan manis pastinya akan menyukai pisang bolen yaitu patiseri buatan sendiri berisi pisang dan keju. Sebagai variasi, Anda juga dapat menikmati brownies kukus Amanda yang terkenal. Beranikan juga mencicipi keripik singkong pedas dalam beragam tingkatannya (level 1-10). Beberapa yang terkenal adalah Keripik Mas Icih dan Karuhun.


Es cendol Elizabeth yang legendaris siap melepaskan dahaga Anda. Ada juga bandrek dan bajigur, yaitu minuman yang cocok untuk menghangatkan tubuh Anda saat merasakan udara dingin Bandung di malam hari. Bandung juga menawarkan berbagai macam produk susu seperti yoghurt. Pada dasarnya ada dua jenis yoghurt di Bandung yaitu yoghurt yang sedikit cair dan yoghurt yang kental (gaya Perancis). Anda dapat menemukan yoghurt dengan rasa yang bervariasi di Jalan Cisangkuy dekat Museum Geologi atau di BMC sekitaran persimpangan Jalan Aceh-Wastukancana.
Hot snack ala Bandung begitu beragam dan banyak dijual di pinggir jalan. Ada gehu berupa tahu berisi sayuran dan dibalut adonan terigu lalu digoreng. Serupa beda isi ada pisang goreng, molen bala-bala, tempe goreng, combro, ubi goreng, nanas goreng, rarauan, serta cireng yaitu tepung kanji yang digoreng berisi bumbu kacang, juga patut Anda coba dan sangat mudah menemukannya di kota ini. Kudapan tersebut biasanya banyak dijual di gerobak pinggir jalan ditemani cabe, bumbu kacang, atau saus sambal.
Pilihan kudapan tradisional ada awug, yaitu makanan tradisional berupa tepung yang dicampur kelapa dan gula merah. Makanan ini juga seringnya sepaket bersama klepon, putu mayang, jiwel, dan lainnya. Anda juga mungkin tertarik untuk mencicipi nangka goreng, nanas goreng, peuyeum goreng di sekitar Jalan Cendana, Bengawan dekat Taman Pramuka. Ketan bakar dan jagung bakar atau rebus juga patut dicicipi kelezatannya dan banyak dijual di Lembang.



Mie Bakso adalah salah satu makanan yang hampir semua orang Indonesia menyukainya dan makanan mudah ditemukan di Bandung. Hampir di setiap daerah di kota Bandung tersedia jenis makanan yang segar selagi panas ini. Mulai dari mie bakso yang diracik dengan saos dan kecap, sampai mie bakso yamin pisah, lengkap dengan siomay dan ceker atau kaki ayam yang menggugah selera.
Nasi goreng, meskipun bukan asli makanan dari Jawa Barat tetapi telah menjadi salah satu makanan favorit di Bandung. Nasi digoreng dengan bumbu dasar bawang, cabe merah, dan tomat ini kadang ada yang dicampur daging ayam, sapi, ikan asin, atau kambing bercampur dengan telur dan aneka sayuran serta kerupuk dan acar. Anda juga patut mencoba cakue, makanan yang terbuat dari adonan terigu yang digoreng dimakan disertai saus. Makanan ini sering dijual bersama dengan odading yaitu semacam roti goreng berbentuk seperti bantal yang rasanya manis.
Di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Bandung, Anda akan menemukan berbagai macam restoran khas lain seperti restoran khas Padang, Jawa, China,Thailand,  Jepang, Korea, Eropa, India, serta masih banyak lagi yang lainnya. Untuk mencicipi nasi timbel dan makanan khas Sunda lainnya, serta western food, Anda dapat mengunjungi beberapa restoran di bawah ini yang menjual makanan super lezat.

BUMBU DESA
Jalan Pasirkaliki 160, Bandung
Jalan Laswi 1, Bandung
Makanan tradisional khas Sunda dengan restoran yang didekor suasana pedesaan.

BALE GAZEEBO
Jalan Surapati 49
Restoran yang besar, dimana Anda bisa makan secara lesehan atau dengan meja biasa.
 
SINDANG RERET
Jalan Raya Cikole Km 22 di luar kota, menuj arah Lembang.
Jalan Raya Propinsi Ciwidey, Kabupaten Bandung
Jalan Surapati 53
Salah satu restoran yang paling terkenal di Bandung dari dulu.
 
SAUNG KABAYAN
Jalan Dr. Junjunan 107, Bandung
Restoran yang menyediakan masakan khas Sunda yang sudah dimodernisasi.

SIERRA
Jalan Bukit Pakar Timur No.33 Bandung; (022) 2512240; www.sierracafe-lounge.com
Restoran yang mulai terkenal 6 tahun yang lalu ini memiliki menu makanan beragam terutama western food-nya. Tidak hanya itu, restoran ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah pada malam hari terutama melihat city light Bandung memesona. Menu andalan di sini antara lain Rib’s Eye Steak dan blueberry juice yang segar menggoda.

NEO CALISTA
Bukit Pakar Timur Dago IV Kav B1 Bandung; (022) 2513355; www.neocalista.com
Selasa-Kamis (16.00-23.00) Jumat-Minggu (11.00-00.00)
Restoran dekat dengan Sierra ini terbilang baru karena baru beberapa tahun. Akan tetapi, sudah banyak dikunjungi terutama pada malam Minggu. Restoran ini menawarkan menu western food yang lezat dan tentu saja pemandangan kota Bandung yang indah. Menu andalan di sini adalah “Calista” Roast Turkey, daging kalkun yang gurih dan empuk lengkap dengan gravy dan stuffing yang lezat.

LISUNG RESTO & CAFÉ
Jalan Dago Pakar Timur No.111 Bandung; (022) 91279383.
Restoran dengan suasana etnik klasik ini sangat ramai terutama pada malam Minggu. Menu khas di sini adalah Nasi Panggang Lisung berupa nasi yang dipanggang bersama jamur, ati, sayur, dan disuguhkan bersama ayam, tahu, tempe goreng dan kerupuk. Karena porsinya lumayan besar, Anda dijamin kenyang. Minuman di sini pun tak kalah menariknya, mulai dari Kopi Coklat, sampai Nice Dream (cokelat, oreo dan ice cream).

ODEUM
ODEUM Building 1st floor, Paris Van Java Mall, Jl. Sukajadi Bandung; (022) 82063554; Secret Garden Restaurant Senin-Kamis & Minggu (16.00-00.00) Jumat & Sabtu (16.00-03.00); Mansion Club Rabu-Sabtu (22.00-habis); Pure Lounge Selasa-Kamis & MInggu (09.00-02.00) Jumat & Sabtu (09.00-habis). Restoran ini terdiri dari 3 venue yang menyajikan suasana dan hiburan yang berbeda bagi setiap pengunjungnya.

SUKI GARDEN
Lembah Pakar Timur No.28 Dago
Bandung; (022) 2531052
Restoran Jepang  all you can eat yang berada tepat  di atas restoran The Valley ini menyediakan jenis makanan Jepang yang beraneka ragam mulai dari sushi, yakiniku, dan shabu-shabu serta dessert yang sangat beragam dibanding restoran Jepang all you can eat yang lain. Dengan harga Rp98.200,00 sudah termasuk pajak, Anda dijamin akan merasa puas dan kenyang setelah menikmati hidangan ala Jepang yang sehat nan lezat ini.

WAROENG SOERABI ENHAII
Jl. Dr. Setiabudi No.186 Bandung; (081394212666)
Senin-Jumat & Minggu (12.00-02.00), Sabtu (12.00-03.00).




Kegiatan

merupakan surga belanja. Anda mungkin akan merasa kewalahan dengan luas dan banyaknya toko baju, distro, dan factory outlet yang tersebar di sepanjang Jalan Dago, Riau (Martadinata), Cihampelas dan Setiabudi. Di sini Anda dapat berbelanja sesuka hati dan membeli barang-barang bermerek seperti Luis Vuitton, Hugo Boss, Tommy Hilfiger, Zara, Giorgio Armani, Burberry, CK, DKNY, Marc Jacob dan masih banyak lagi. Namun tidak seperti di Paris, barang-barang bermerek di sini harganya jauh lebih terjangkau. Jika Anda ingin membeli celana jeans Anda dapat menemukannya di sepanjang Jalan Cihampelas. Belilah sesuatu di sini untuk mengubah penampilan Anda saat mengelilingi kota Bandung.
Hanya berjarak 30 menit dari Bandung dan Anda akan disuguhi oleh pemandangan bukit yang  tinggi, indah dan alami. Segarkan pikiran Anda dan bersantailah dengan perjalanan menyenangkan ke Lembang yang terletak di sebelah Utara Bandung. Untuk memulai hari Anda, Anda dapat berhenti sejenak di POM TAHU yang menjual tahu Lembang dan susu segar dalam berbagai rasa. Di sekitar kawasan ini, Anda dapat memetik stroberi sendiri sambil merasakan suasana Lembang yang yang masih alami dan biarkan anak-anak Anda bermain dengan kegiatan outdoor seperti mini flying fox, arung jeram kolam dan balloon walker. Anda juga dapat mencoba memompa adrenalin dengan melakukan kegiatan outbond di Imah Seniman, Lembang. Jelajahi bukit-bukit yang bertingkat dan jalur yang mendebarkan dengan menaiki ATV (All Terrain Vehicle). Cobalah terbang dengan seutas tali dengan menaiki flying fox. Anda juga dapat menikmati sensasi memancing di kolam ikan di tempat ini.
Perpanjang perjalanan Anda untuk melihat teropong raksasa di Observatorium Bosscha atau datang ke tempat yang lebih tinggi di Gunung Tangkuban Parahu. Mengelilingi kawah yang terkenal (Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas) akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Inilah salah satu tempat di dunia dimana Anda dapat melihat gunung berapi yang masih aktif dari jarak dekat dan merasakan keramahan penduduk setempat.
Sudah cukup bertamasya merasakan pemandangan yang indah? Bila belum bagaimana bila selanjutnya Anda berjalan-jalan di tengah kota menjelajahi bangunan neo klasik yang tersebar di seluruh kota Bandung seolah Anda diajak kembali ke masa lalu. Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu bangunan terindah yang patut Anda kunjungi.